Pelatihan Kader Posyandu Dalam Rangka Pecegahan Dan Penurunan Angka Stunting Di Desa Gubug
Dalam upaya meningkatkan kapasitas kader Posyandu di Desa Gubug pada hari rabu 3 April melaksanakan pelatihan bagi kader Posyandu. Pelatihan yang berlangsung di Aula Kantor desa Gubug. Yang dihadiri oleh Perbekel desa Gubug, BPD desa Gubug, Pengurus TP PKK desa Gubug, Kader KPM, Kader Posyandu Balita dan Remaja serta Narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan ( Ida Ayu Mirah R, S.Gz) dan PUSKESMAS Tabanan 1 (Ni Putu Sumarheni)
Perbekel Desa Gubug, dalam sambutannya mengatakan bahwa Posyandu memiliki peran yang strategis dalam upaya mewujudkan kesehatan masyarakat dan program nasional Konvergensi Stunting di Desa. Sesuai dengan tujuan dibentuknya Posyandu yang merupakan garda utama layanan dasar kesehatan adalah untuk percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak, maka sasaran Posyandu bukan saja pada balita saja, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui dan ibu nifas,”.
Ditambahkan , bawha Posyandu dengan 5 meja layanannya yang menjadikan prioritas dan intervensi layanan harus dijabarkan dan diaplikasikan dinilai memberikan kontribusi yang besar dalam upaya penanganan stunting di desa. Dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita melalui pengisian kurva KMS, balita yang mengalami permasalahan pertumbuhan dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga tidak terjadi stunting.
“Saya harap para peserta mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan seksama sehingga dapat memahani seluruh materi yang disampaikan para narasumber sebagai bekal melaksanakan kegiatan di Dusun masing-masing. Perbekel Desa Gubug juga mengingatkan kepada seluruh peserta bahwa tidak ada pribadi atau lembaga di desa secara mandiri yang dapat menangani permasalahan stunting, perlu sinergitas dari seluruh pihak.
“Kepada seluruh kader Posyandu, saya berpesan agar meningkatkan koordinasi dengan seluruh pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembangunan desa seperti guru PAUD, kader kesehatan, unit layanan kesehatan, kader PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan berbagai kelompok masyarakat yang peduli dalam upaya pencegahan stunting. Tanpa sinergitas, maka kegiatan pencegahan stunting di desa akan semakin berat dilaksanakan,” jelasnya lagi.
Ketua BPD Desa Gubug mengucapkan terima kasih kepada para Kader Kesehatan Desa, yang selama ini telah memberikan kepada masyarakat Desa Gubug khususnya kepada balita dan ibu hamil dan ia berjanji akan memerjuangkan segala aspirasi Kader Kesehatan desa melalui Musyawarah yang dilaksanakan Di tingkat Desa.
“Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam hal Pencatatan dan Pelaporan (SIP), Pelaksanaan Paket Layanan Pencegahan Stunting di Desa, Peran PAUD dalam Konvergensi Stunting, Pemanfaatan Dana Desa untuk Pembangunan Kesehatan serta Tugas KPM dalam Penanganan Konvergensi Stunting di Desa, Melalui kegiatan ini diharapkan para kader posyandu akan semakin terlatih dan terampil dalam melaksanakan kegiatan rutin Posyandu di desa, sehingga peran Posyandu dalam upaya konvergensi pencegahan stunting makin meningkat, dan ujung-ujungnya stunting dapat ditekan/diturunkan bahkan Desa bebas dari stunting.
@51**